3 Hal Yang Menggagalkan Sistem Pembelajaran e-Learning

Banyak aplikasi kursus e-Learning yang ditawarkan oleh pegembang baik swasta maupun BUMN. Namun, apakah aplikasi e-Learning tersebut sesuai dengan kebutuhan sekolah/kampus? Memperhatikan tingkat kesesuaian sistem e-Learning dengan lingkungan dan budaya sekolah merupakan hal yang sangat penting. Pasalnya, ketika Anda tidak menggunakan sistem e-Learning yang sesuai, maka Anda akan gagal dalam menjalankan metode pembelajaran tersebut. Berikut adalah beberapa poin penting yang dapat menggagalkan proses atau metode pembelajaran e-Learning di sekolah atau kampus Anda.

1. Sistem tidak cocok dengan budaya sekolah/kampus

Seperti yang kami sebutkan, setiap sekolah memiliki budaya yang berbeda, maka dari itu diperlukan sistem yang dapat digunakan dan disesuaikan dengan budaya sekolah tersebut untuk mencapai hasil yang maksimal maka Anda harus menggunakan sistem yang dapat disesuaikan dengan karakter dan budaya sekolah atau kampus Anda untuk menghindari kegagalan.

2. Tidak memberikan kesempatan interaksi dengan sesama murid/mahasiswa

Interaksi antara murid dengan murid tentu sangat penting untuk menunjang keberhasilan dalam e-Learning. Pasalnya kegiatan ini akan mendorong aktivitas dan komunikasi antara pelajar dengan pelajar dan antara pelajar dengan pengajar. Interaksi ini penting untuk meningkatkan kualitas dari hasil belajar dan tentunya akan menambah pemahaman dari masing-masing pelajar ketika mengalami kesulitan untuk memahami suatu mata pelajaran.

3. Pengajar memaksakan metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan pelajar

Sistem pembelajaran e-Learning tidak akan pernah berhasil jika pengajar masih memaksakan metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pelajar. Karena, pada dasarnya sistem pembelajaran yang lebih fleksibel. Anda tidak harus memaksakan apa yang Anda harapkan atau hanya berdasarkan pada kebiasaan Anda. Tetapi, Anda dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki pelajar dengan melakukan penyesuaian terhadap karakter pelajar.

Itulah beberapa hal yang dapat menggagalkan sistem pembelajaran e-Learning di sekolah/kampus. Silakan Anda kirimkan email kepada kami melalui hi@brightspaceindonesia.com untuk pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut mengenai sistem LMS dan bagaimana cara penerapan dengan benar agar dapat menghasilkan sistem pembelajar e-Learning yang lebih maksimal dan meningkatkan kualitas pelajar yang lulus dari sekolah/kampus.

Ilustrasi (c) Unsplash.com

Tim Brightspace Indonesia

Ditulis oleh tim PT. Kreasi Sejahtera Teknologi, penyedia implementasi LMS D2L Brightspace di Indonesia. Tentang kami.

Ingin melihat Brightspace langsung?

Kami siapkan demo untuk institusi Anda—tanpa biaya, tanpa komitmen.

Hubungi kami

Artikel terkait

Semua artikel
e-Learning Indonesia

Pantau Hasil Pembelajaran Melalui Sistem LM

Sistem LMS menjadi salah satu alat yang dapat digunakan untuk memantau dan melihat semua hasil pembelajaran dengan lebih mudah dan terpusat. Alat ini akan membantu pengajar memberikan materi yang lebih terstruktur untuk

e-Learning Indonesia

Strategi Dalam Memberikan Metode Pembelajaran Gamifikasi

Dalam proses pembelajaran gamifikasi, Anda dapat memberlakukan berbagai macam model pembelajaran. Hal ini perlu dilakukan oleh pengajar untuk memaksimalkan semua potensi yang dimiliki oleh pelajar melalui proses pembelaj

e-Learning Indonesia

Memaksimalkan Personalisasi Pembelajaran Dengan Teknologi

Pembelajaran yang dipersonalisasi adalah metode pembelajaran yang memberikan instruksi kepada pelajar dengan metode pendekatan pembelajaran yang dioptimalkan sesuai kebutuhan setiap pelajar. Tujuan dari pembelajaran ini