Merencanakan Konten Untuk e-Learning

Mengembangkan konten untuk program e-Learning haruslah dibuat dengan cara yang lebih spesifik dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dengan cara tersebut, Anda akan mampu membuat konten yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan membantu dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu materi yang ingin diajarkan. Berikut adalah beberapa langkah untuk merencanakan program e-Learning dengan membuat konten/materi yang lebih baik.

1. Pertimbangkan tujuan dalam mengajarkan suatu materi

Putuskan apa yang ingin Anda jadikan tujuan dalam memberikan materi kepada pelajar. Apakah Anda ingin fokus untuk melatih atau Anda ingin fokus untuk meningkatkan komunikasi para pelajar dengan dialog atau interaktif antar siswa atau antara Anda dengan siswa. Dari tujuan ini Anda dapat membuat materi yang lebih spesifik. Seperti untuk pelatihan, Anda dapat memberikan materi yang lebih teknis untuk pengembangan siswa. Sedangkan untuk dialog/interaksi Anda dapat membuat konten e-Learning yang dapat memancing siswa agar saling berinteraksi.

2. Kembangkan topik dan sub-topik dan persempit materi lebih mendalam

Mulailah untuk membuat draft topik yang ingin Anda berikan kepada para pelajar, kemudian kembangkan topik tersebut dengan daftar sub-topik yang akan Anda ajarkan.  Setelah Anda mendapatkan topik dan sub-topik yang diinginkan, selanjutnya Anda dapat mempersempit materi tersebut berdasarkan sub-topik agar dapat memberikan materi yang lebih spesifik dan dapat diterima dengan mudah oleh para pelajar. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Jawabannya adalah, ketika Anda memberi materi yang terlalu kompleks dalam satu topik itu akan membuat pelajar lebih sulit untuk memahami materi yang diberikan oleh para pengajar.

3. Struktur pembelajaran yang tersusun rapi

Atur topik yang akan Anda berikan kepada pelajar dengan struktur pembelajaran yang tertata dengan rapi seperti berdasarkan topik, tugas, survei dan lain sebagainya yang terjadwal untuk kemudahan pelajar.

4. Perencanaan konten/topik

Setelah strukturisasi, pengembangan topik dan sub-topik, langkah terakhir yang harus Anda lakukan adalah dengan merencanakan jenis konten yang akan Anda bagikan kepada pelajar. Ada banyak model konten yang dapat Anda buat, seperti dengan menggunakan audio, visual audio, video, teks, animasi dan banyak hal lain yang dapat Anda gunakan. Karena setiap pelajar memiliki gaya dalam belajar yang berbeda, dengan mengkombinasikan beberapa konten ini akan memberikan hasil yang lebih baik untuk pelajar.

Ilustrasi (c) Unsplash.com

Tim Brightspace Indonesia

Ditulis oleh tim PT. Kreasi Sejahtera Teknologi, penyedia implementasi LMS D2L Brightspace di Indonesia. Tentang kami.

Ingin melihat Brightspace langsung?

Kami siapkan demo untuk institusi Anda—tanpa biaya, tanpa komitmen.

Hubungi kami

Artikel terkait

Semua artikel
e-Learning Indonesia

Kesalahpahaman Yang Ditemukan Dalam e-Learning

Salah paham atas sesuatu hal yang baru tentu bisa terjadi dalam hal apa pun dan tidak menutup kemungkinan terjadi dalam dunia pendidikan dalam hal ini adalah e-Learning. Ada beberapa mitos yang dianggap sebagai alasan ba

e-Learning Indonesia

Mengapa Harus Menggunakan Sistem LMS Brightspace?

Memilih sistem LMS yang tepat bukan hanya karena penawaran harga yang murah atau pun memilih harga yang paling mahal diantara sistem lainnya. Harga bukanlah tolok ukur untuk memilih sistem LMS yang tepat. Yang paling pen

e-Learning Indonesia

Fitur Utama Yang Ada Pada Sistem LMS

Banyak kampus/sekolah yang berpikir untuk apa menggunakan sistem LMS jika apa yang dimiliki oleh lembaga saat ini sudah cukup. Namun, mereka lupa bahwa teknologi dapat membantu lembaga sekolah/kampus untuk memberikan pro