Menyediakan Pembelajaran yang Dapat Diakses untuk Siswa

D2L berkomitmen untuk pendidikan yang dapat diakses kapan pun karena kami percaya bahwa teknologi pembelajaran seharusnya tidak membatasi kesempatan belajar. Proses desain dan pengembangan kami selaras dengan Panduan Aksesibilitas Konten Web (Web Content Accessibility Guidelines atau WCAG) 2.1, standar Level AA, serta Pasal 508 dari Undang-Undang Rehabilitasi tahun 1973. Kunjungi halaman kepatuhan aksesibilitas kami untuk informasi lebih rinci, termasuk checklist dan bagian WCAG 2.1 508 VPAT.

Bagi kami, aksesibilitas lebih dari sekadar checklist, tapi itu adalah komitmen untuk memberdayakan dan mendukung individu dalam mencapai tujuan pembelajaran mereka. Karena itu, kami bekerja keras secara konsisten untuk meningkatkan aksesibilitas platform Brightspace.

Anda mungkin sudah mengetahui dan sebagain dari Anda menyukai fitur Special Access yang kami kembangkan, di mana Anda dapat memberikan perubahan tanggal pengiriman dan/atau waktu tambahan untuk kuis atau ujian kepada setiap siswa. Mulai Februari 2021, alih-alih hanya berbasis aktivitas, akomodasi Special Access juga bisa berbasis siswa! Fitur ini diluncurkan khusus untuk fitur kuis terlebih dahulu.

Sekarang Anda dapat mengatur akomodasi global untuk siswa dari alat Classlist! Dengan kata lain, dengan satu klik, Anda dapat menerapkan waktu kuis tambahan untuk siswa, dan akomodasi ini akan selalu ditambahkan ke setiap kuis yang dia ikuti selama kursus tersebut. Ini tentu menghemat waktu Anda sebagai guru dengan tidak perlu lagi khawatir tentang penambahan akomodasi siswa yang sama setiap kali Anda membuat kuis baru. Siswa Anda juga dapat merasa lebih yakin bahwa kebutuhan khusus mereka tidak akan diabaikan.

Pilihan Anda adalah pengganda waktu kuis (X kali waktu kuis awal) atau waktu tambahan (X menit ditambahkan ke waktu kuis awal). Jika Anda perlu mengganti akomodasi global ini untuk kuis tertentu, Anda masih dapat melakukannya seperti sebelumnya, dari area Special Access kuis tersebut.

Kemungkinan baru lainnya dari alat Classlist adalah "selalu memungkinkan klik kanan" untuk siswa tertentu. Sebelumnya, memilih untuk menonaktifkan klik kanan untuk kuis Anda mungkin telah memblokir fungsi tertentu (seperti menyorot teks) untuk teknologi pendukung seperti pembaca layar. Ketersediaan klik kanan juga memungkinkan adanya text-to-speech sehingga siswa dapat mendengar soal kuis yang dibacakan kembali kepada mereka.

Pada catatan serupa, kami juga dengan senang hati memperluas fungsionalitas ReadSpeaker yang ada ke Assignment dan Quiz tools, untuk membantu pengguna membaca dengan lantang di lebih banyak area di Brightspace. Opsi ini akan tersedia untuk semua klien yang sudah menggunakan integrasi ReadSpeaker kami.

Perubahan di atas adalah langkah pertama dalam banyak modifikasi aksesibilitas tambahan yang ada ke platform Brightspace untuk meningkatkan aksesibilitas bagi setiap pengguna kami!

Artikel ini dimuat pertama kali di https://www.d2l.com/blog/providing-accessible-learning-for-students/

Ilustrasi (c) Unsplash.com

Tim Brightspace Indonesia

Ditulis oleh tim PT. Kreasi Sejahtera Teknologi, penyedia implementasi LMS D2L Brightspace di Indonesia. Tentang kami.

Ingin melihat Brightspace langsung?

Kami siapkan demo untuk institusi Anda—tanpa biaya, tanpa komitmen.

Hubungi kami

Artikel terkait

Semua artikel
e-Learning Indonesia

Dapatkah Pembelajaran Adaptif Membuat Perbedaan di Kelas?

Guru menggunakan data untuk memandu praktik instruksional mereka dan memberikan intervensi bila diperlukan. Banyak sekolah mengadakan pengumpulan data atau pembicaraan untuk membahas kemajuan siswa dan mengembangkan stra

e-Learning Indonesia

Saatnya Kembali Ke Masa Depan Melalui Pendidikan Hybrid

Kalimat terakhir yang terkenal dari Back to the Future adalah sekarang lebih relevan dari sebelumnya. Kita bergerak menuju pendidikan hybrid dan tidak ada satu jalan pun untuk tidak membawa kita ke sana. Kita harus mener

e-Learning Indonesia

Apa itu Universal Design for Learning (UDL) Dalam Pembelajaran?

Setiap orang memiliki keunikan sendiri, tidak ada sidik jari yang sama, tidak ada dua scan retina yang identik. Demikian pula, setiap pelajar berbeda dan tidak ada yang namanya "siswa memiliki kemampuan rata-rata". Gaya