Mempercayakan Sistem LMS Pada Provider, Lebih Murah!

Mengembangkan sistem LMS (Learning Management System) kepada penyedia/provider akan jauh lebih murah dibandingkan dengan Anda membuat sistem moodle sendiri. Namun, ini bukanlah kewajiban untuk Anda menggunakan sistem LMS dari penyedia jika memang memiliki dana yang sangat besar untuk pengembangan sistem dari 0 (nol). Di sini, kami akan memberikan beberapa alasan mengapa mempercayakan sistem LMS kepada provider jauh lebih murah untuk Anda jadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan untuk membuat sistem LMS sendiri.

1. Implementasi lebih cepat

Penyedia LMS menciptakan sistem terlebih dahulu sebelum mereka memasarkan layanannya. Ketika sistem yang diciptakan sudah siap, provider akan mulai memasarkan produk kepada pihak sekolah dan kampus. Artinya, ketika Anda mendapatkan penawaran dari provider, sistem tersebut sudah siap untuk dipakai ditambah pengembangan yang akan dilakukan oleh para penyedia untuk menambah fitur di kemudian hari. Bagi Anda yang ingin segera menggunakan sistem LMS, ini jauh lebih baik dibandingkan harus mengembangkan dari 0 yang dapat berlangsung hingga beberapa bulan sampai sistem benar-benar siap untuk digunakan.

2. Sumber daya yang lebih minim

Anda tidak perlu menambah server, Anda tidak perlu merekrut programmer dan lain sebagainya untuk mendorong pengembangan sistem LMS dapat diselesaikan tepat waktu. Sumber daya sudah merupakan tanggung jawab dari penyedia sistem tersebut. Anda juga tidak perlu membayar IT support untuk menggunakan layanan tersebut, karena Anda hanya perlu membayar biaya layanan yang Anda gunakan saja.

3. Keamanan sistem

Keamanan sistem yang diberikan oleh penyedia LMS jauh lebih diperhatikan dibandingkan dengan Anda yang menggunakan dan mengembangkan LMS internal. Karena, pengembang akan selalu mengikuti perkembangan virus, malware dan lain sebainya dengan implementasi antivirus dan firewall secara rutin untuk kenyamanan pelanggan. Anda pun tidak perlu membayar layanan antivirus yang digunakan oleh provider karena itu sudah termasuk dalam biaya layanan. Jika Anda menggunakan layanan sendiri, Anda harus membayar biaya langganan antivirus atau membayar sekali bayar namun dengan pengeluaran yang tambah besar.

4. Desain (UI/UX) profesional

Desain memberi pengaruh terhadap pengalaman paengguna dan kenyamanan pelajar dalam mengakses sistem e-Learning. Dengan menggunakan sistem dari provider, desain baik UI (User Interface) maupun UX (User Experience) yang diberikan sudah tidak perlu diragukan lagi. Sedangkan jika Anda mengembangkan sendiri, Anda masih harus menambah pengeluaran untuk biaya desain tersebut.

Percayakan sistem LMS untuk kampus Anda pada AkuBelajar.id sekarang juga. Dapatkan manfaat-manfaat dari sistem LMS yang sudah dipercaya oleh puluhan kampus di Indonesia. Sistem yang kami gunakan merupakan sistem dari Brightspace International yang mana sistem ini juga digunakan oleh Hadvard University. Info selengkapnya, silakan hubungi kami di hi@brightspaceindonesia.com.

Ilustrasi © Unsplash.com

Tim Brightspace Indonesia

Ditulis oleh tim PT. Kreasi Sejahtera Teknologi, penyedia implementasi LMS D2L Brightspace di Indonesia. Tentang kami.

Ingin melihat Brightspace langsung?

Kami siapkan demo untuk institusi Anda—tanpa biaya, tanpa komitmen.

Hubungi kami

Artikel terkait

Semua artikel
e-Learning Indonesia

4 Alasan Mengapa Impelementasi LMS Gagal

Pengguaan sistem LMS tidak melulu dapat berhasil dan sesuai dengan keinginan. Banyak kampus/sekolah yang menggunakan LMS, tetapi metode penggunaan LMS ini tidak berjalan sebagai mestinya. Dari sekian banyak alasan yang m

e-Learning Indonesia

Pengembangan Pembelajaran Dengan Sistem LMS

Dalam pengembangan pembelajaran dengan sistem LMS, Anda tidak dapat langsung memilih tanpa adanya proses pemilihan yang tepat. Maka dari itu, sebelum Anda memilih sistem LMS untuk kampus/sekolah, Anda harus bisa menentuk

e-Learning Indonesia

Hal-Hal Tambahan Yang Perlu Dilakukan Setelah Menggunakan LMS

Kelas online yang dilakukan melalui e-Learning dapat dilakukan dengan menggunakan sistem manajemen pembelajaran (Learning Management System). Di mana, sistem ini mencakup komunikasi, pengiriman konten dan alat penilaian