5 Poin Penting Dalam Pendidikan Untuk Menjaga Peluang Pasca Lulus

Pelajar tentu tidak akan selamanya duduk di bangku sekolah/kuliah. Mereka akan berada di mana mereka harus keluar baik karena sudah lulus atau dengan alasan lain. Peran penting pendidikan akan memberikan nilai kepada pelajar ketika sudah memasuki fase ini. Pasalnya, mereka harus mengambil keputusan apakah memilih untuk menjadi pekerja atau harus menjadi entrepreneur. Bagi mereka yang memiliki keinginan untuk menjadi pekerja, bekal utama yang harus mereka miliki adalah keterampilan. Berikut adalah beberapa poin penting yang harus dilakukan oleh para pengajar dan lembaga pendidikan untuk mempersiapkan pelajar-pelajarnya memenuhi kebutuhan lapangan kerja pasca lulus.

1. Pendidikan dan pelatihan adalah prioritas untuk investasi

Berinvestasi dalam pengembangan sistem pendidikan yang terjangkau, mudah diakses, fleksibel dan responsif adalah yang terpenting untuk memastikan nilai dan menciptakan ekonomi yang kompetitif. Ketika lembaga pendidikan dapat mengubah mindset pelajar bukan hanya mengejar nilai demi kelulusan menjadi bagaimana menjadikan pendidikan sebagai investasi masa depan mereka, tentunya ini akan memberikan dampak yang lebih positif dalam meningkatkan kemampuannya.

2. Berpikir responsif, fleksibel, dan adaptif

Sadarilah bahwa demografi pelajar telah berubah secara dramatis, maka sistem pendidikan juga harus beradaptasi dengan realitas seorang pelajar pasca-tradisional. Pelajar saat ini membutuhkan program-program yang dapat dipersonalisasi dan dirancang untuk berpusat pada pelajar. Para pembuat kebijakan dalam pendidikan juga harus mengevaluasi kembali kebijakan dan peraturan yang menghambat rancangan program inovatif untuk pendidikan. Dalam mengukur kualitas atau efektivitas desain program, fokusnya pun juga harus pada menilai hasil program daripada membangun komponen desain program.

3. Menyamakan program dan mandat dengan kebutuhan pasar tenaga kerja

Sistem pendidikan harus menjadi lebih responsif terhadap perubahan di pasar tenaga kerja, termasuk pemeriksaan rutin terhadap relevansi penawaran program dan tempat untuk menginvestasikan sumber daya pendidikan yang terbatas. Penggunaan informasi pasar tenaga kerja, seperti ketrampilan yang penting dalam permintaan, statistik pekerjaan, tingkat pengangguran dan upah/gaji, harus menjadi komponen dasar dari pemeriksaan rutin tersebut.

4. Mengenali pergeseran pasar keahlian

Merancang program "hybrid" dengan keahlian dari berbagai bidang akan meningkatkan nilai kredensial pasca sekolah menengah bagi siswa karena pencapaian keterampilan yang dapat diprediksi semakin diinginkan oleh pemberi kerja.

5. Bermitra dengan industri

Memiliki mitra industri dalam perancangan dan pelaksanaan program pendidikan sangat penting untuk memastikan keselarasan keterampilan yang diajarkan kepada para pelajar. Perusahaan semakin menyadari bahwa mereka memiliki peran untuk membantu perusahaan dan mereka pun dapat meningkatkan keterampilan tetap kompetitif.

Ilustrasi (c) Unsplash.com

Tim Brightspace Indonesia

Ditulis oleh tim PT. Kreasi Sejahtera Teknologi, penyedia implementasi LMS D2L Brightspace di Indonesia. Tentang kami.

Ingin melihat Brightspace langsung?

Kami siapkan demo untuk institusi Anda—tanpa biaya, tanpa komitmen.

Hubungi kami

Artikel terkait

Semua artikel
e-Learning Indonesia

Tetap Menjalankan e-Learning Di Masa “New Normal”

Kita semua tentu sangat bersyukur bahwa sebagian besar kota di Indonesia sudah mengalami periode penurunan jumlah warga yang terpapar virus corona. Pemerintah Indonesia pun sudah mulai memberlakukan protokol new normal d

e-Learning Indonesia

Menjaga Keinginan Pelajar Untuk Belajar Melalui e-Learning

Pada kondisi yang terjadi saat ini, banyak sekali pelajar yang kehilangan keinginannya untuk belajar dengan berbagai macam alasan. Ada dari mereka yang kehilangan semangat karena merasa sulit, ada pula yang memang pada d

e-Learning Indonesia

Lulus Kuliah, Bukan Berarti Anda Berhenti Belajar!

Belajar merupakan aktivitas yang tidak memiliki batas. Meskipun Anda merupakan orang yang sudah berusia 60 tahun ke atas sekalipun Anda tetap harus belajar. Ingat, potensi pekerjaan saat ini sangat terbuka untuk siapa pu